Senin, 24 November 2014

Tips Fotografi Bulb




Langkah-langkah :


Sediakan tripod yang cukup kokoh, usahakan yang terbuat dari logam dan cukup kuat menopang kamera Anda (digital pocket biasanya lebih ringan daripada kamera SLR).
Pilih jalan yang ada banyak lampu di atasnya. bundaran HI di Jakarta yang biasanya sangat ramai dengan kendaraan.
Jalan yang dipilih sebaiknya tidak banyak terdapat lubang, tanggul, lampu merah atau kelokan.
Pilih waktu yang cocok, tentunya di malam hari. Menjelang tengah malam mungkin saat yang tepat karena tidak terlalu ramai kendaraan lain tapi tidak terlalu sepi sehingga kegiatan kita bisa mengundang perhatian yang berwajib.
Siapkan kamera dengan batere terisi penuh dan kapasitas film/memory card yang cukup. Tingkat kepekaan ISO 200/400 sangat cocok untuk keperluan ini.
Diafragma kecil antara 11-22
Shutter speed rendah lebih dari 3 detik

Tips & Teknik Fotografi Portrait



Tingkatkan kualitas foto portrait Anda dengan teknik fotografi yang cepat dan mudah


 Fokus Bidikan Pada Mata Subjek


Sementara kontak mata tidak selalu diwajibkan dalam potret, namun sebaiknya Anda tetap berkonsentrasi pada bagaimana caranya membuat bagian mata subjek Anda bisa terkesan hidup dan ekspresif. Salah satu faktor penting untuk mencapai hal itu adalah dengan membuat fokus bagian mata subjek Anda setajam mungkin. Anda bisa memilih titik AF secara manual yang diposisikan di salah satu bagian mata model Anda, atau bisa juga dengan menggunakan satu titik fokus sentral untuk mengunci fokus pada mata mereka. Kemudian, dengan menekan tombol shutter setengah untuk mengunci titik fokus, lakukan teknik rekomposisi gambar Anda sebelum menekan penuh tombol shutter.

 Gunakan Lensa Standar atau Lensa Tele


Lensa wide-angle adalah pilihan yang cocok untuk foto potret jika Anda ingin mengikut-sertakan lingkungan di sekitar subjek utama menjadi bagian cerita dalam foto Anda, atau untuk menunjukkan kondisi subjek utama dalam konteks tertentu. Namun, hati-hati saat menggunakan lensa wide-angle untuk pemotretan close-up. Lensa tipe ini cenderung akan mendistorsi beberapa bagian wajah subjek Anda, dan gambar yang dihasilkan menjadi terkesan aneh dan kurang atraktif. 

Sebuah pilihan yang lebih baik untuk teknik foto potret adalah menggunakan lensa standar atau lensa tele pendek dengan jarak fokal yang tidak terlalu panjang. Jarak fokal yang populer digunakan misalnya 50mm, 70mm, 85mm atau 100mm. Untuk itu Anda bisa menggunakan lensa fix/prime 50mm, 85mm dan lensa 100mm. Untuk lensa zoom jarak dekat dan menengah Anda bisa menggunakan lensa kit 18-55mm, 18-135mm, 24-70mm, 24-105mm atau bahkan untuk lebih kreatif Anda bisa menggunakan lensa zoom 70-200mm. Lensa terakhir ini banyak digunakan fotografer wedding karena kelebihan cakupan panjang fokalnya.

Penggunaan lensa yang tepat dengan pengaturan dan penyesuaian yang baik tentu saja akan membantu untuk memberikan hasil yang lebih terlihat alami dan menarik.

 Gunakan Mode Aperture Priority / Aperture Value (AV)


Aperture Priority akan memberikan Anda kontrol langsung terhadap nilai aperture untuk mempermudah dalam menerapkan teknik yang berkaitan dengan Depht-of-Field (DOF). 

Lensa fix/prime cepat, seperti 50mm f/1.4 dan 85mm f/1.2 memungkinkan Anda untuk memilih bukaan aperture yang sangat besar untuk mendapatkan DOF dangkal/sempit. Hal ini dapat membantu untuk membuat background subjek foto Anda menjadi terlihat lebih lembut, halus, dan out-of-focus yang akan menaikkan kualitas foto potret Anda layaknya hasil jepretan fotografer profesional. 

Namun anda harus ingat, semakin kecil nilai aperture (semakin besar bukaannya) yang digunakan akan beresiko untuk membuat keseluruhan foto Anda menjadi kurang tajam dan soft-focus. Disinilah perlunya penilaian yang tepat terhadap akurasi titik fokus yang kita gunakan.

Teknik Foto Asap Kamera DSLR


Pernahkah anda melihat foto asap yang sangat menarik serta berwarna-warni, dan penasaran bagaimana cara memotret pola asap tersebut?? Berikut adalah tekniknya.
Peralatan yang dibutuhkan:

Dupa, dan sebuah tempat untuk dudukan dupa tersebut. 
Korek Api 
Sebuah background hitam. Anda tidak perlu membutuhkan background yang terlalu besar karena akan memotret dengan sangat dekat. 
Flashgun 
Beberapa lembar kartu untuk mengarahkan lampu. Lakban, untuk menahan kartu jika dibutuhkan. 
Tripod 
Teknik :
Persiapan Tempat 

Sebuah ruangan yang cukup besar yang bebas dari hembusan angin adalah tempat yang sempurna untuk fotografi asap ini. Arus udara yang sedikit membantu menghindari asap terganggu, sementara ruang yang besar akan lebih nyaman karena asap tidak akan terlalu pekat. 
Persiapan Kamera 

Pasang kamera pada tripod, kira-kira pada ketinggian yang tepat, di posisi yang benar dalam kaitannya dengan background. Ketinggian akan berubah sedikit demi sedikit karena dupa yang terbakar akan semakin memendek.

Untuk memotret asap, anda perlu menggunakan background hitam dan pastikan tidak ada cahaya flashgun yang tumpah ke atasnya atau ke depan lensa. Untuk melakukan ini, tempatkan flashgun di samping kanan atau kiri anda.

Anda harus menyesuaikan flashgun dengan kamera. Bagaimana melakukannya tergantung pada kamera serta flashgun apa yang anda miliki. Pilihan lain adalah dengan menggunakan ruang yang benar-benar gelap, gunakan shutter speed yang panjang dan secara manual menyalakan flash saat shutter terbuka.

Membuat Asap


Setelah siap menyalakan dupa. Anda akan memiliki banyak waktu, jangan terburu-buru, tapi periksalah bahwa cahaya jatuh dengan tepat di atas ujung dupa dan kekuatan cahaya lampu kilat yang tepat.

Pengaturan Kamera

Aturlah kamera anda ke fokus manual, pilih ISO rendah (100 atau 200) dan mulailah dengan aperture pertengahan (f / 8) pastikan lensa diatur ke nilai yang sama dengan flashgun jika menggunakan mode auto aperture . Bahkan flashgun bertenaga rendah akan memberikan f / 8 atau lebih, karena flash ke jarak subjek cukup dekat. Shutter speed antara 1/125 atau 1/200.

Memotret Pola Asap

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam memotret asap. Anda hanya perlu mencari pola yang menarik dan teruslah mengambil gambar sampai menemukan gambar yang benar-benar bagus.

Pastikan bagian terang dari asap berwarna putih, tetapi jangan terlalu sehingga overexposure. Jangan juga underexposure karena asap tidak akan terlihat. Anda bisa meniup dengan lembut atau menahan asap untuk mengubah menjadi menjadi sesuatu yang lebih menarik, bisa juga menggunakan benda seperti sendok dapat membantu mengarahkan asap dan mengubah bentuknya.

Anda akan menemukan asap terus berubah dan kadang-kadang anda akan mendapatkan garis lurus, lalu mendapatkan pola yang bagus. bersiaplah untuk mengambil gambar, jangan sampai anda melewatkan pola yang bagus. Selamat ber-experimen.

Teknik Foto Malam Hari

Gunakan tripod
Eksposur panjang atau long exposure membutuhkan sebuah pegangan kokoh pada kamera untuk menghindari blur. Sebuah tripod sangat membantu. Jika tidak mempunyai atau tidak membawanya, anda dapat mencoba bersandar pada obyek yang kokoh seperti pohon, atau dinding.
Gunakan timer
Meskipun ketika kamera menggunakan tripod, saat jari menekan tombol shutter, ini dapat menyebabkan gerakan yang cukup untuk membuat kamera bergoyang dan menghasilkan gambar blur. Anda dapat menghindari menyentuh kamera sama sekali dengan menggunakan timer. Pilih Timer dari menu capture lalu tekan Menu / Ok. Saat ingin mengambil gambar, anda harus menyesuaikan pengaturan kamera. Kunci untuk mendapatkan gambar yang bagus saat malam atau pada cahaya rendah adalah dengan bukaan lebar, ISO rendah, dan shutter speed rendah.
Shutter Speed
Karena tidak menggunakan flash, shutter speed harus jauh lebih rendah untuk mendapatkan cahaya yang cukup. Pilih mode pemotretan baik Tv (shutter priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan shutter speed. Shutter speed terendah pada kebanyakan kamera berkisar dari beberapa detik untuk pengaturan “bulb” (shutter tetap terbuka selama yang diinginkan). Beberapa kamera digital mempunyai fitur pemotretan modus malam. Ini secara otomatis menonaktifkan flash dan menggunakan waktu eksposur yang lama.
ISO
ISO pada kamera menentukan kepekaan terhadap cahaya. ISO yang lebih tinggi akan membuat kamera anda lebih sensitif terhadap cahaya, tetapi akan menambah grain lebih banyak atau noise pada foto. Jika kamera anda terdapat pengaturan ISO, aturlah pada angka rendah(sekitar 50,100 atau 200) untuk detail tajam dalam cahaya rendah. Pengaturan ini akan sedikit meningkatkan waktu exposure, tetapi akan menghasilkan foto yang jauh lebih baik.
Bukaan atau Aperture
Jika kamera anda memiliki settingan manual, anda dapat memperluas bukaan untuk memungkinkan banyaknya cahaya masuk melalui lensa kamera yang sangat penting saat malam hari atau ketika tidak ada banyak cahaya. Pilih mode pemotretan baik Av (Aperture Priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan bukaan / aperture. Bukaan terlebar untuk kebanyakan lensa adalah F2.8.

Fotografer Wedding

1. Tentukan format Anda. Terlepas dari kemajuan teknologi, Medium format (120 mm) adalah yang paling populer di kalangan pro. Hasselblad dianggap sebagai raja dalam format ini dan telah membuat lompatan ke digital juga.
Format tradisional (35 mm) adalah yang paling umum sebagai pendatang ke ukuran ini, dikarenakan yang paling terjangkau.

2. Hanya membeli peralatan berkualitas tinggi. Canon dan Nikon adalah pelari depan dalam dunia 35 mm SLR dan digital (DSLR) pakaian. Mereka memiliki banyak peralatan, lensa dan aksesoris. dan anda tidak bisa salah menggunakan salah satu dari dua merek tersebut.

3. Hindari optik plastik. Jangan jatuh ke dalam perangkap shelling out banyak uang untuk sebuah kamera mahal dan kemudian tersandung dengan membeli lensa off-merek yang terbuat dari plastik bukan kaca berkualitas tinggi. Jika Anda harus menyimpan uang, membeli kamera model yang lebih rendah dan kualitas yang lebih tinggi lensa nyata-kaca. Anda bisa mendapatkan suntikan yang besar dengan kamera murah dan lensa yang besar, tapi jarang akan sukses, karena ini dengan kamera high end, tetapi skimped pada lensa Keajaiban, terjadi melalui kaca.

4. Mencari lensa dengan bukaan besar. Minimal, tinggal dengan ukuran lubang 2,4 atau lebih baik. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan memerlukan tembakan cepat atau memiliki masalah pencahayaan. Lubang besar seperti magnet ringan dan dapat menyimpan reputasi Anda. Mengandalkan flash yang dapat mencuci keluar warna atau benar-benar gagal adalah bukan judi Anda ingin mengambil.

5. Mempertimbangkan untuk mengambil kelas fotografi dasar atau lanjutan. Tergantung pada pengalaman dan pengetahuan, mengambil kursus yang berlaku akan memberikan banyak informasi. Banyak pelanggan potensial pada anggaran akan mencari program tersebut dengan harapan mendapatkan seorang fotografer yang baik pada harga yang baik.

6. Mulai membangun portofolio Anda. Ini tidak berarti mendapatkan album foto murah dan mengisinya dengan gambar hewan peliharaan Anda dan anak-anak.

Tips Menjadi Fotografer Profesional

1. Mulailah dengan berbicara kepada para profesional lainnya di lapangan.Banyak orang sudah bekerja sebagai fotografer profesional yang akan bersedia untuk memberikan nasihat kepada individu yang tertarik dalam bidang mereka.  

2. Jelajahi berbagai jenis fotografi. Fotografer profesional cenderung tarif terbaik ketika mereka tidak menyebarkan bakat mereka terlalu banyak. Pengetahuan yang penting melekat pada gaya tertentu fotografi yang mungkin terlewatkan oleh seorang fotografer generalis. Sebagai contoh, Anda mungkin tahu bagaimana untuk mengambil gambar fantastis bayi tetapi belum tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan kendaraan balap. Ini tidak berarti Anda tidak dapat beralih dari satu genre untuk yang lain, tetapi tidak berarti bahwa akan selalu ada banyak belajar antara setiap shift, yang berarti bahwa yang terbaik untuk berkonsentrasi pada satu bidang fotografi pada suatu waktu daripada menyebarkan diri terlalu tipis sepanjang waktu.

3. Tentukan apa jenis kamera yang Anda akan mengandalkan sebagian. Hari-hari ini sebagian besar profesional menggunakan kamera digital SLR pada akhir tinggi harga dan kualitas. Namun, jenis kamera yang Anda mulai dengan tidak perlu mahal atau bahkan digital, itu semua tergantung pada gaya fotografi Anda ingin terlibat dengan dan melakukan penelitian Anda untuk menemukan kamera berkualitas dengan harga yang terjangkau saat ini Anda.

4. Memahami bahwa investasi terbesar Anda harus lensa Anda. Lensa harus jenis removable yang Anda dapat menempatkan di bodi kamera lain jika Anda memutuskan untuk meng-upgrade nanti, Sebuah zoom lensa mewah mungkin tampak seperti ide yang baik tetapi Anda akan belajar lebih banyak tentang komposisi dengan tetap panjang fokal lensa 50mm. Lensa tersebut juga akan lebih murah dan umumnya lebih tajam. Sebuah lensa 50mm tetap memiliki aperture yang lebih luas seperti 1.8, memungkinkan Anda untuk menembak dalam cahaya rendah ditambah kemampuan untuk menciptakan estetika bokeh.

5. Mendapatkan Pengetahuan yang cukup dan Keterampilan.
Hal ini Meliputi Beberapa Hal di Bawah ini!

1. Pertimbangkan mendaftar di program gelar fotografi, atau mengambil kelas di sebuah sekolah seni. Serta belajar teknik-teknik khusus dan trik perdagangan dari dosen yang benar-benar akrab dengan fotografi, Anda akan membuat koneksi dan mendapatkan nasihat dan kritik.

2. Belajar buku-buku fotografi. Pencahayaan dan komposisi baik dapat membuat atau menghancurkan sebuah foto, dan ada banyak baik panduan belajar langkah-demi-langkah yang akan mengajarkan Anda teknik pro gunakan. Banyak dari informasi ini juga dapat ditemukan dengan menggunakan mesin pencari (misal: Google).

3. Praktek untuk mendapatkan pengalaman. Tembak, menembak, menembak. Selalu memiliki kamera Anda berguna akan memungkinkan Anda untuk mengambil foto di tempat yang berbeda dan mata pelajaran yang berbeda.

4. Jadilah bisnis yang cerdas. Sebagai seorang fotografer profesional, kecuali jika Anda dipekerjakan oleh sebuah perusahaan koran atau penerbitan, Anda akan bekerja freelance

Teknik Fotografi BULB

Teknik Bulb adalah teknik dalam fotografi yang menggunakan kecepatan atau speed yang sangat lambat. Biasanya di kamera DSLR yang baru terdapat setingan speed bulb, yaitu dititik kecepatan paling rendah.

Pada umumnya foto bulb dilakukan pada malam hari. Karena pada malam hari cahaya yang ada (sebut available lights) sangatlah minim, jadi amat sangat memungkinkan untuk melakukan pengambilan foto dengan speed yang sangat rendah. Dengan melakukan penyesuaian pada diafragma dengan bukaan kecil,sangat memungkinkan lagi untuk mendapatkan speed yang rendah,serta gambar yang detail(dikarenakan bukaan diafragma yang besar membuat ruang tajam semakin luas). Penggunaan ISO/ASA/biasa disebut dengan istilah ‘flm speed’ yang sangat rendah, membuat gambar yang dihasilkan semakin tajam, karena kerapatan gambar yang dihasilkan cukup halus. Namun foto bulb tidak hanya memungkinkan dilakukan pada malam hari, namun juga siang hari, tapi tetap di tempat-tempat tertentu yang mempunyai pencahayaan minim.

Teknik Pengambilan Foto Bulb :
1. Shutter Speed rendah lebih dari 3 detik untuk mendapat efek pergerakan dari benda
2. Diafragma Kecil antara 11-22 untuk mendapatkan ruang tajam dan memungkinkan shutter speed lebih lambat
3. ISO/ASA serendah mungkin
4. Menggunakan Tripod untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang
5. Memfokuskan object
6. Metering Objek agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas.