Senin, 24 November 2014

Tips Fotografi Bulb




Langkah-langkah :


Sediakan tripod yang cukup kokoh, usahakan yang terbuat dari logam dan cukup kuat menopang kamera Anda (digital pocket biasanya lebih ringan daripada kamera SLR).
Pilih jalan yang ada banyak lampu di atasnya. bundaran HI di Jakarta yang biasanya sangat ramai dengan kendaraan.
Jalan yang dipilih sebaiknya tidak banyak terdapat lubang, tanggul, lampu merah atau kelokan.
Pilih waktu yang cocok, tentunya di malam hari. Menjelang tengah malam mungkin saat yang tepat karena tidak terlalu ramai kendaraan lain tapi tidak terlalu sepi sehingga kegiatan kita bisa mengundang perhatian yang berwajib.
Siapkan kamera dengan batere terisi penuh dan kapasitas film/memory card yang cukup. Tingkat kepekaan ISO 200/400 sangat cocok untuk keperluan ini.
Diafragma kecil antara 11-22
Shutter speed rendah lebih dari 3 detik

Tips & Teknik Fotografi Portrait



Tingkatkan kualitas foto portrait Anda dengan teknik fotografi yang cepat dan mudah


 Fokus Bidikan Pada Mata Subjek


Sementara kontak mata tidak selalu diwajibkan dalam potret, namun sebaiknya Anda tetap berkonsentrasi pada bagaimana caranya membuat bagian mata subjek Anda bisa terkesan hidup dan ekspresif. Salah satu faktor penting untuk mencapai hal itu adalah dengan membuat fokus bagian mata subjek Anda setajam mungkin. Anda bisa memilih titik AF secara manual yang diposisikan di salah satu bagian mata model Anda, atau bisa juga dengan menggunakan satu titik fokus sentral untuk mengunci fokus pada mata mereka. Kemudian, dengan menekan tombol shutter setengah untuk mengunci titik fokus, lakukan teknik rekomposisi gambar Anda sebelum menekan penuh tombol shutter.

 Gunakan Lensa Standar atau Lensa Tele


Lensa wide-angle adalah pilihan yang cocok untuk foto potret jika Anda ingin mengikut-sertakan lingkungan di sekitar subjek utama menjadi bagian cerita dalam foto Anda, atau untuk menunjukkan kondisi subjek utama dalam konteks tertentu. Namun, hati-hati saat menggunakan lensa wide-angle untuk pemotretan close-up. Lensa tipe ini cenderung akan mendistorsi beberapa bagian wajah subjek Anda, dan gambar yang dihasilkan menjadi terkesan aneh dan kurang atraktif. 

Sebuah pilihan yang lebih baik untuk teknik foto potret adalah menggunakan lensa standar atau lensa tele pendek dengan jarak fokal yang tidak terlalu panjang. Jarak fokal yang populer digunakan misalnya 50mm, 70mm, 85mm atau 100mm. Untuk itu Anda bisa menggunakan lensa fix/prime 50mm, 85mm dan lensa 100mm. Untuk lensa zoom jarak dekat dan menengah Anda bisa menggunakan lensa kit 18-55mm, 18-135mm, 24-70mm, 24-105mm atau bahkan untuk lebih kreatif Anda bisa menggunakan lensa zoom 70-200mm. Lensa terakhir ini banyak digunakan fotografer wedding karena kelebihan cakupan panjang fokalnya.

Penggunaan lensa yang tepat dengan pengaturan dan penyesuaian yang baik tentu saja akan membantu untuk memberikan hasil yang lebih terlihat alami dan menarik.

 Gunakan Mode Aperture Priority / Aperture Value (AV)


Aperture Priority akan memberikan Anda kontrol langsung terhadap nilai aperture untuk mempermudah dalam menerapkan teknik yang berkaitan dengan Depht-of-Field (DOF). 

Lensa fix/prime cepat, seperti 50mm f/1.4 dan 85mm f/1.2 memungkinkan Anda untuk memilih bukaan aperture yang sangat besar untuk mendapatkan DOF dangkal/sempit. Hal ini dapat membantu untuk membuat background subjek foto Anda menjadi terlihat lebih lembut, halus, dan out-of-focus yang akan menaikkan kualitas foto potret Anda layaknya hasil jepretan fotografer profesional. 

Namun anda harus ingat, semakin kecil nilai aperture (semakin besar bukaannya) yang digunakan akan beresiko untuk membuat keseluruhan foto Anda menjadi kurang tajam dan soft-focus. Disinilah perlunya penilaian yang tepat terhadap akurasi titik fokus yang kita gunakan.

Teknik Foto Asap Kamera DSLR


Pernahkah anda melihat foto asap yang sangat menarik serta berwarna-warni, dan penasaran bagaimana cara memotret pola asap tersebut?? Berikut adalah tekniknya.
Peralatan yang dibutuhkan:

Dupa, dan sebuah tempat untuk dudukan dupa tersebut. 
Korek Api 
Sebuah background hitam. Anda tidak perlu membutuhkan background yang terlalu besar karena akan memotret dengan sangat dekat. 
Flashgun 
Beberapa lembar kartu untuk mengarahkan lampu. Lakban, untuk menahan kartu jika dibutuhkan. 
Tripod 
Teknik :
Persiapan Tempat 

Sebuah ruangan yang cukup besar yang bebas dari hembusan angin adalah tempat yang sempurna untuk fotografi asap ini. Arus udara yang sedikit membantu menghindari asap terganggu, sementara ruang yang besar akan lebih nyaman karena asap tidak akan terlalu pekat. 
Persiapan Kamera 

Pasang kamera pada tripod, kira-kira pada ketinggian yang tepat, di posisi yang benar dalam kaitannya dengan background. Ketinggian akan berubah sedikit demi sedikit karena dupa yang terbakar akan semakin memendek.

Untuk memotret asap, anda perlu menggunakan background hitam dan pastikan tidak ada cahaya flashgun yang tumpah ke atasnya atau ke depan lensa. Untuk melakukan ini, tempatkan flashgun di samping kanan atau kiri anda.

Anda harus menyesuaikan flashgun dengan kamera. Bagaimana melakukannya tergantung pada kamera serta flashgun apa yang anda miliki. Pilihan lain adalah dengan menggunakan ruang yang benar-benar gelap, gunakan shutter speed yang panjang dan secara manual menyalakan flash saat shutter terbuka.

Membuat Asap


Setelah siap menyalakan dupa. Anda akan memiliki banyak waktu, jangan terburu-buru, tapi periksalah bahwa cahaya jatuh dengan tepat di atas ujung dupa dan kekuatan cahaya lampu kilat yang tepat.

Pengaturan Kamera

Aturlah kamera anda ke fokus manual, pilih ISO rendah (100 atau 200) dan mulailah dengan aperture pertengahan (f / 8) pastikan lensa diatur ke nilai yang sama dengan flashgun jika menggunakan mode auto aperture . Bahkan flashgun bertenaga rendah akan memberikan f / 8 atau lebih, karena flash ke jarak subjek cukup dekat. Shutter speed antara 1/125 atau 1/200.

Memotret Pola Asap

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam memotret asap. Anda hanya perlu mencari pola yang menarik dan teruslah mengambil gambar sampai menemukan gambar yang benar-benar bagus.

Pastikan bagian terang dari asap berwarna putih, tetapi jangan terlalu sehingga overexposure. Jangan juga underexposure karena asap tidak akan terlihat. Anda bisa meniup dengan lembut atau menahan asap untuk mengubah menjadi menjadi sesuatu yang lebih menarik, bisa juga menggunakan benda seperti sendok dapat membantu mengarahkan asap dan mengubah bentuknya.

Anda akan menemukan asap terus berubah dan kadang-kadang anda akan mendapatkan garis lurus, lalu mendapatkan pola yang bagus. bersiaplah untuk mengambil gambar, jangan sampai anda melewatkan pola yang bagus. Selamat ber-experimen.

Teknik Foto Malam Hari

Gunakan tripod
Eksposur panjang atau long exposure membutuhkan sebuah pegangan kokoh pada kamera untuk menghindari blur. Sebuah tripod sangat membantu. Jika tidak mempunyai atau tidak membawanya, anda dapat mencoba bersandar pada obyek yang kokoh seperti pohon, atau dinding.
Gunakan timer
Meskipun ketika kamera menggunakan tripod, saat jari menekan tombol shutter, ini dapat menyebabkan gerakan yang cukup untuk membuat kamera bergoyang dan menghasilkan gambar blur. Anda dapat menghindari menyentuh kamera sama sekali dengan menggunakan timer. Pilih Timer dari menu capture lalu tekan Menu / Ok. Saat ingin mengambil gambar, anda harus menyesuaikan pengaturan kamera. Kunci untuk mendapatkan gambar yang bagus saat malam atau pada cahaya rendah adalah dengan bukaan lebar, ISO rendah, dan shutter speed rendah.
Shutter Speed
Karena tidak menggunakan flash, shutter speed harus jauh lebih rendah untuk mendapatkan cahaya yang cukup. Pilih mode pemotretan baik Tv (shutter priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan shutter speed. Shutter speed terendah pada kebanyakan kamera berkisar dari beberapa detik untuk pengaturan “bulb” (shutter tetap terbuka selama yang diinginkan). Beberapa kamera digital mempunyai fitur pemotretan modus malam. Ini secara otomatis menonaktifkan flash dan menggunakan waktu eksposur yang lama.
ISO
ISO pada kamera menentukan kepekaan terhadap cahaya. ISO yang lebih tinggi akan membuat kamera anda lebih sensitif terhadap cahaya, tetapi akan menambah grain lebih banyak atau noise pada foto. Jika kamera anda terdapat pengaturan ISO, aturlah pada angka rendah(sekitar 50,100 atau 200) untuk detail tajam dalam cahaya rendah. Pengaturan ini akan sedikit meningkatkan waktu exposure, tetapi akan menghasilkan foto yang jauh lebih baik.
Bukaan atau Aperture
Jika kamera anda memiliki settingan manual, anda dapat memperluas bukaan untuk memungkinkan banyaknya cahaya masuk melalui lensa kamera yang sangat penting saat malam hari atau ketika tidak ada banyak cahaya. Pilih mode pemotretan baik Av (Aperture Priority) atau M (Manual) pada kamera untuk menyesuaikan bukaan / aperture. Bukaan terlebar untuk kebanyakan lensa adalah F2.8.

Fotografer Wedding

1. Tentukan format Anda. Terlepas dari kemajuan teknologi, Medium format (120 mm) adalah yang paling populer di kalangan pro. Hasselblad dianggap sebagai raja dalam format ini dan telah membuat lompatan ke digital juga.
Format tradisional (35 mm) adalah yang paling umum sebagai pendatang ke ukuran ini, dikarenakan yang paling terjangkau.

2. Hanya membeli peralatan berkualitas tinggi. Canon dan Nikon adalah pelari depan dalam dunia 35 mm SLR dan digital (DSLR) pakaian. Mereka memiliki banyak peralatan, lensa dan aksesoris. dan anda tidak bisa salah menggunakan salah satu dari dua merek tersebut.

3. Hindari optik plastik. Jangan jatuh ke dalam perangkap shelling out banyak uang untuk sebuah kamera mahal dan kemudian tersandung dengan membeli lensa off-merek yang terbuat dari plastik bukan kaca berkualitas tinggi. Jika Anda harus menyimpan uang, membeli kamera model yang lebih rendah dan kualitas yang lebih tinggi lensa nyata-kaca. Anda bisa mendapatkan suntikan yang besar dengan kamera murah dan lensa yang besar, tapi jarang akan sukses, karena ini dengan kamera high end, tetapi skimped pada lensa Keajaiban, terjadi melalui kaca.

4. Mencari lensa dengan bukaan besar. Minimal, tinggal dengan ukuran lubang 2,4 atau lebih baik. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan memerlukan tembakan cepat atau memiliki masalah pencahayaan. Lubang besar seperti magnet ringan dan dapat menyimpan reputasi Anda. Mengandalkan flash yang dapat mencuci keluar warna atau benar-benar gagal adalah bukan judi Anda ingin mengambil.

5. Mempertimbangkan untuk mengambil kelas fotografi dasar atau lanjutan. Tergantung pada pengalaman dan pengetahuan, mengambil kursus yang berlaku akan memberikan banyak informasi. Banyak pelanggan potensial pada anggaran akan mencari program tersebut dengan harapan mendapatkan seorang fotografer yang baik pada harga yang baik.

6. Mulai membangun portofolio Anda. Ini tidak berarti mendapatkan album foto murah dan mengisinya dengan gambar hewan peliharaan Anda dan anak-anak.

Tips Menjadi Fotografer Profesional

1. Mulailah dengan berbicara kepada para profesional lainnya di lapangan.Banyak orang sudah bekerja sebagai fotografer profesional yang akan bersedia untuk memberikan nasihat kepada individu yang tertarik dalam bidang mereka.  

2. Jelajahi berbagai jenis fotografi. Fotografer profesional cenderung tarif terbaik ketika mereka tidak menyebarkan bakat mereka terlalu banyak. Pengetahuan yang penting melekat pada gaya tertentu fotografi yang mungkin terlewatkan oleh seorang fotografer generalis. Sebagai contoh, Anda mungkin tahu bagaimana untuk mengambil gambar fantastis bayi tetapi belum tahu apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan kendaraan balap. Ini tidak berarti Anda tidak dapat beralih dari satu genre untuk yang lain, tetapi tidak berarti bahwa akan selalu ada banyak belajar antara setiap shift, yang berarti bahwa yang terbaik untuk berkonsentrasi pada satu bidang fotografi pada suatu waktu daripada menyebarkan diri terlalu tipis sepanjang waktu.

3. Tentukan apa jenis kamera yang Anda akan mengandalkan sebagian. Hari-hari ini sebagian besar profesional menggunakan kamera digital SLR pada akhir tinggi harga dan kualitas. Namun, jenis kamera yang Anda mulai dengan tidak perlu mahal atau bahkan digital, itu semua tergantung pada gaya fotografi Anda ingin terlibat dengan dan melakukan penelitian Anda untuk menemukan kamera berkualitas dengan harga yang terjangkau saat ini Anda.

4. Memahami bahwa investasi terbesar Anda harus lensa Anda. Lensa harus jenis removable yang Anda dapat menempatkan di bodi kamera lain jika Anda memutuskan untuk meng-upgrade nanti, Sebuah zoom lensa mewah mungkin tampak seperti ide yang baik tetapi Anda akan belajar lebih banyak tentang komposisi dengan tetap panjang fokal lensa 50mm. Lensa tersebut juga akan lebih murah dan umumnya lebih tajam. Sebuah lensa 50mm tetap memiliki aperture yang lebih luas seperti 1.8, memungkinkan Anda untuk menembak dalam cahaya rendah ditambah kemampuan untuk menciptakan estetika bokeh.

5. Mendapatkan Pengetahuan yang cukup dan Keterampilan.
Hal ini Meliputi Beberapa Hal di Bawah ini!

1. Pertimbangkan mendaftar di program gelar fotografi, atau mengambil kelas di sebuah sekolah seni. Serta belajar teknik-teknik khusus dan trik perdagangan dari dosen yang benar-benar akrab dengan fotografi, Anda akan membuat koneksi dan mendapatkan nasihat dan kritik.

2. Belajar buku-buku fotografi. Pencahayaan dan komposisi baik dapat membuat atau menghancurkan sebuah foto, dan ada banyak baik panduan belajar langkah-demi-langkah yang akan mengajarkan Anda teknik pro gunakan. Banyak dari informasi ini juga dapat ditemukan dengan menggunakan mesin pencari (misal: Google).

3. Praktek untuk mendapatkan pengalaman. Tembak, menembak, menembak. Selalu memiliki kamera Anda berguna akan memungkinkan Anda untuk mengambil foto di tempat yang berbeda dan mata pelajaran yang berbeda.

4. Jadilah bisnis yang cerdas. Sebagai seorang fotografer profesional, kecuali jika Anda dipekerjakan oleh sebuah perusahaan koran atau penerbitan, Anda akan bekerja freelance

Teknik Fotografi BULB

Teknik Bulb adalah teknik dalam fotografi yang menggunakan kecepatan atau speed yang sangat lambat. Biasanya di kamera DSLR yang baru terdapat setingan speed bulb, yaitu dititik kecepatan paling rendah.

Pada umumnya foto bulb dilakukan pada malam hari. Karena pada malam hari cahaya yang ada (sebut available lights) sangatlah minim, jadi amat sangat memungkinkan untuk melakukan pengambilan foto dengan speed yang sangat rendah. Dengan melakukan penyesuaian pada diafragma dengan bukaan kecil,sangat memungkinkan lagi untuk mendapatkan speed yang rendah,serta gambar yang detail(dikarenakan bukaan diafragma yang besar membuat ruang tajam semakin luas). Penggunaan ISO/ASA/biasa disebut dengan istilah ‘flm speed’ yang sangat rendah, membuat gambar yang dihasilkan semakin tajam, karena kerapatan gambar yang dihasilkan cukup halus. Namun foto bulb tidak hanya memungkinkan dilakukan pada malam hari, namun juga siang hari, tapi tetap di tempat-tempat tertentu yang mempunyai pencahayaan minim.

Teknik Pengambilan Foto Bulb :
1. Shutter Speed rendah lebih dari 3 detik untuk mendapat efek pergerakan dari benda
2. Diafragma Kecil antara 11-22 untuk mendapatkan ruang tajam dan memungkinkan shutter speed lebih lambat
3. ISO/ASA serendah mungkin
4. Menggunakan Tripod untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang
5. Memfokuskan object
6. Metering Objek agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas.

Tips Fotografi Makro

Mengeksekusi foto makro biasanya dilakukan dengan jarang yang sangat dekat. Dan foto yang dihasilkan akan memiliki ruang tajam (DoF) yang sangat sempit. Oleh karena itu, gunakanlah aperture sempit (f/8 keatas) untuk memperluas ruang tajam yang didapat.

Cobalah untuk tidak menggunakan ISO tinggi
Jika alat yang anda pergunakan tidak memungkinkan mendapatkan perbesaran yang wah, dan berniat melakukan perbesaran dengan cara cropping, cobalah untuk tidak menggunakan ISO terlalu tinggi. ISO yang terlalu tinggi akan menimbulkan grain pada hasil foto, terlebih ketika anda melakukan cropping. Grain juga cenderung mengurangi ketajaman foto.

Pastikan kamera tidak shake/goyang
DoF yang sempit pada foto makro berdampak pada susahnya untuk melakukan fokus pada objek. Sedikit guncangan saja, maka fokus dipastikan dapat meleset. Untuk mengatasi ini, pastikan kamera tidak mengalami shake ketika akan melakukan eksekusi. Anda dapat menggunakan tripod jika ingin. Namun hal ini bisa diatasi dengan menggunakan speed tinggi diatas 1/125. Hal ini juga berguna untuk mengantisipasi pergerakan serangga.

Gunakan bantuan cahaya lampu flash
Foto makro yang dihasilkan dengan cahaya alami tentu saja sangat baik. Namun saya jarang sekali dapat mengeksekusi foto makro dengan setingan aperture sempit – ISO rendah – speed tinggi tanpa bantuan flash. Jika anda tidak memiliki external flash, anda dapat menggunakan internal flash pada kamera.

Cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus
Untuk mendapatkan perbesaran maksimal, cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus. Caranya, setting lensa anda pada manual fokus, dan gunakan titik fokus terdekat. Lalu temukan fokus yang tepat dengan memaju-mundurkan lensa di depan objek hingga mendapatkan fokus yang pas.

Berbagai macam Tipe Lensa DSLR


  1. Lensa Standard - Ini adalah istilah yang perlahan-lahan sedikit menghilang dari terminologi dunia fotografi. Digunakan untuk mendeskripsikan lensa dengan range 50mm, karena lensa ini biasanya sudah terpasang pada kamera kamera film.
  2. Lensa Kit - Saat ini kebanyakan lensa sudah menjadi satu paket dengan kamera DSLR yang dijual, dan biasanya lensa ini di kenal sebagai lensa kit. Lensa ini kebanyakan adalah lensa zoom, dan secara fungsional dikenal sebagai lensa multi-purpose yang memang didesain untuk kepentingan memotret sehari-hari. Fotografer profesional kebanyakan selalu membeli body kamera dan mengupgrade lensa sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Lensa Prime / Lensa Fix - Lensa Fix merupakan sebuah lensa yang hanya memiliki satu Focal-Length. Terkadang lensa ini menjadi lensa yang kurang populer dimana para fotografer merasa nyamana dengan lensa yang memiliki range Focal-Length di tangan mereka (lihat ulasan lensa zoom dibawah), tetapi bagaimanapun juga lensa fix layak unutk dipertimbangkan. Lensa zoom memang memiliki keuntukngan pada kualitas yang mereka tawarkan, tetapi lensa fix juga dikenal dengan kualitas gambar serta kecepatan. Ketika kebanyakan orang nyaman dengan lensa zoom, kebalikannya Saya lebih menikmati tantangan dalam menggunakan lensa fix, dan mereka membawa sesuatu dalam dunia fotografi saya, dan biasanya saya akan merasa sedikit malas ketika lensa zoom terpasang.
  4. Lensa Zoom / Tele - Lensa zoom merupakan lensa DSLR yang paling populer saat ini, hadir dengan konfigurasi range focal length serta tingkatan kualitas. Keuntungan yang paling terlihat dengan menggunakan lensa ini adalah, Sobat tidak perlu mendekat ke subyek untuk mendapatkan framming yang lebih ketat. Lensa ini bisa memberikan range pendek atau cukup panjang. Hal yang perlu diingat ketika membeli kamera ini adalah, semakin panjang focal-length maka akan semakin berdampak pada camera-shake. Kamera dengan focal length yang jauh seperti (300mm) telah difasilitasi dengan Image Stabilisation (IS) untuk mengurangi camera-shake.
  5. Lensa Makro - Lensa-lensa ini didesain khusus untuk memotret obyek secara close-up. banyak kamera DSLR yang dilengkapi dengan pengaturan 'makro', tetapi menggunakan lensa makro yang sebenarnya akan menghasilkan foto lebih hidup dan memungkinkan Sobat untuk memotret dengan ukuran yang sangat dekat pada obyek.
  6. Lensa Wide - Seperti namanya, lensa ini mememungkinkan penggunanya untuk memotret dan mendapatkan prespektif yang sangat luas. Lensa wide biasnya digunakan pada pemotretan landscape. Lensa wide hadir dengan focal length seperti lensa fix dan lensa zoom, walaupun hanya memiliki sedikit range pada focal-lengthnya. Perhatikan bahwa banyak lensa wide sedikit banyaknya terkadang memberikan efek 'distort' pada hasil foto, terutama pada tepian foto dengan bentuk yang sedikit melengkung. Bagi beberapa orang bisa menjadi efek yang bagus, tetapi terkadang juga berarti efek yang tidak diinginkan.
Lensa 'Fish-Eye' merupakan lensa 'extreme' dari lensa wide, dimana lensa ini didesain khusus untuk memberikan efek 'distort' lengkung pada hasil foto Anda, tetapi sekali lagi hal tersebut tergantung pada gaya serta style seorang fotografer.

Minggu, 23 November 2014

Perbedaan Lensa Prime dan Lensa Zoom

Lensa Prime (Fixed)
  • Super Telephoto – Prime dari 400mm dan lebih seperti EF600mm f/4L IS USM, Digunakan untuk memotret burung, acara olahraga dan satwa liar.
  • Telephoto Standar dan Medium – Prime antara 50 dan 100mm, seperti EF85mm F1.2L II USM. Bagus untuk portrait.
  • Telephoto – Prime antara 100 dan 300mm, seperti EF300mm f/2.8L IS USM. Biasanya digunakan untuk  fotografi satwa liar dan olahraga.
  • Ultra Wide – Prime biasanya dengan panjang fokus 20mm atau kurang, seperti EF14mm f/2.8L  II USM. Biasanya digunakan untuk memotret landscape.
  • Wide/Lebar – Prime antara 20 dan 50mm seperti EF35mm f/1.4L USM. Digunakan terutama untuk landscape juga.

Lensa Zoom yang Dapat Diatur
  • Wide Zoom – Zoom yang dimulai  dengan panjang fokus antara 16 dan 22mm, seperti EF17-40mm f/4L USM. Berguna untuk landscape dan wedding/pernikahan.
  • Zoom Standar – Zoom yang dimulai antara 24 dan 28mm dan jangkauan antara 70 dan 200mm, seperti EF24-105mm f/4L IS USM. Berguna untuk pernikahan dan portraits.
  • Telephoto Zoom – Zoom yang mulai pada 28mm ujung yang lebar dengan jangkauan antara 70 dan 300mm, seperti EF70-200mm f/2.8L IS USM, ini merupakan salah satu lensa Canon yang populer. Digunakan untuk berbagai macam aplikasi seperti fotografi pernikahan, satwa liar, burung dan street fotografi.

Tips Foto Gedung Malam Hari

Eksposur
Ketika matahari terbenam, cahaya berubah dalam dua cara. Pertama, waktu eksposur yang dibutuhkan meningkat dan kedua warna cahaya menjadi lebih hangat. Mari kita melihat eksposur terlebih dahulu. Dalam cahaya rendah, shutter speed yang diperlukan untuk memastikan eksposur yang baik biasanya akan lama terbuka, dan untuk menghindari guncangan kamera saat tangan memegang kamera sangat dianjurkan untuk menggunakan tripod.
Jika anda tidak memiliki tripod anda biasanya dapat menggunakan dinding, tiang lampu atau pohon untuk menunjang kamera, yang lumayan cukup membantu. Atau anda dapat mencoba beralih ke ISO yang lebih tinggi karena kebanyakan kamera saat ini mempunyai ISO yang lebih tinggi. Yang berarti bahwa dalam situasi cahaya rendah, seperti memotret gedung di malam hari, Anda dapat mengambil foto kecepatan tinggi dengan sedikit noise atau blur.
Metering
Cahaya rendah juga bisa menipu metering kamera dan ini terjadi karena melihat banyaknya kegelapan dan mencoba untuk mengkompensasi. Dengan demikian, Anda mendapatkan waktu pemaparan yang terlalu panjang untuk semua bagian area yang diterangi, seperti lampu TL, lampu jalan atau bagian bangunan yang diterangi dan mereka akan menjadi terlalu over exposed.
Untuk menghindari hal ini, Anda perlu mengimbanginya. Sebagai panduan, gunakan pengaturan eksposur untuk mengurangi eksposur dengan beberapa stop ketika sebagian besar area berada dalam kegelapan dan dengan satu stop ketika gedung memiliki cakupan penerangan.
Berikut adalah contoh scene malam hari dan waktu paparan yang diperlukan


SubjekISO 100ISO 400
Lampu TL yang memenuhi frame1/8 detik f/81/15 detik f/11
Area yang sangat terang oleh lampu TL1/4 detik f/81/8 detik f/8
Area yang diterangi lampu jalan1/2 detik f/81/4 detik f/11
Gedung atau Monumen dengan lampu sorot2 detik f/5.61/2 detik f/5.6

Colour balance
Waktu yang baik untuk memotret gedung adalah saat matahari tenggelam dan langit masih terang dan gedung-gedung mulai diterangi. Tetapi Anda harus berhati-hati dengan warna, karena jika menangkap gmabar saat ini akan menghasilkan warna sedikit oranye atau kuning.
Gedung diterangi oleh cahaya buatan bisa menjadi masalah, tergantung pada pencahayaan yang digunakan di dalamnya. Dua jenis yang paling umum adalah Fluorescent atau TL dan Tungsten. Fluorescent atau TL cenderung digunakan di dalam kantor dan Tungsten biasanya menerangi bagian bangunan atau gedung.
Dengan kamera digital, anda dapat melihat hasil gambar untuk memeriksa keseimbangan warna atau colour balance dan jika kurang bagus atau tidak menarik, ubahlah pengaturan white balance yang anda gunakan.

Pencahayaan Dalam Fotografi


· High Key Lighting
Teknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang, biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuai biasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk.

· Low Key Lighting
Low Key lighting sebenarnya mirip dengan teknik hi-key, sama-sama menonjolkan kontras dari sebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto low key pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto ini sangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.


· Candle Light
Hasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan Low Key. Bedanya terletak pada sumber cahaya yang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkan memberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang ingin memberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknik foto dengan kecepatan rendah.

· Split Lighting
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.

· Split Lighting
Split lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto. Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis foto portrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluan foto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya.

· Butterfly Lighting
Teknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto dengan bayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu.Lighting jenis ini sangat cocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto.

Teknik Dasar Pencahayaan dalam Fotografi



Pencahayaan memainkan peran penting dalam fotografi. Hal ini dapat memberikan kesan lebih hidup, menghasilkan efek, termasuk bayangan yang spektakuler atau siluet, atau mungkin memiliki pengaruh negatif yang jelas tidak diinginkan, yaitu menciptakan glare atau pantulan.
Bagian pertama membahas salah satu masalah yang paling mendasar, yaitu perbedaan antara pemotretan dengan Hard light dan soft Light.

Hard light menghasilkan definisi foto yang baik, bayangan gelap dan cenderung bersumber dari sumber cahaya tunggal, yang biasanya berupa sumber yang kecil atau terletak jauh. Sebaliknya, soft lightmenghasilkan bayangan lembut atau tidak ada bayangan sama sekali. Hal ini dapat dihasilkan dari beberapa sumber cahaya, dengan cahaya yang menyebar menggunakan beberapa jenis penghalang (misalnya diffuser atau bahkan hanya selembar kertas), atau dengan memantulkan cahaya dari permukaan yang berbeda sehingga subjek terkena cahaya dari berbagai sudut.

contoh pencahayaan dengan teknik hard light
Dalam kondisi pencahayaan alami, Hard light diproduksi pada saat cuaca cerah ketika ada sedikit awan atau tidak ada sama sekali, dan ketika matahari tinggi – yang umumnya merupakan sesuatu yang harus dihindari, terutama bagi pemula. Pemotretan pada keadaan cuaca lainnya, misalnya saat berawan, kondisi berkabut, atau bahkan di mana ada polusi udara, akan menghasilkan soft light, dimana sinar matahari dipantulkan atau disebarkan oleh partikel di udara (kelembaban, polusi, dll).

Soft Light, di sisi lain dapat dibuat menggunakan:
Reflektor : Gerakan memantulkan cahaya pada dasarnya akan mengubah reflektor menjadi sumber cahaya sekunder. Segala sesuatu dapat digunakan sebagai reflektor, baik dalam ruangan atau di luar ruangan pemotretan. Ini mencakup reflektor profesional atau hanya lembar kertas.

Diffusers : Dalam kondisi pencahayaan alami, awan adalah contoh besar diffusers. Dalam kondisi pencahayaan buatan, bahan semi-transparan yang memantulkan atau melembutkan cahaya dapat dipakai, bahkan jika dalam keadaan mendesak, selembar kain putih tipis dapat digunakan sebagai difusser.

Kedua jenis pencahayaan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.Hard Light dapat diterapkan untuk mengambil gambar dengan kontras yang tajam dan menyorot, menekankan bentuk dan tekstur. Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan efek 3D dari suatu gambar dan secara umum menciptakan efek dramatis. Namun, sulit untuk memotret dengan teknik pencahayaan ini, dan umumnya dianggap tidak cocok untuk berbagai situasi, terutama ketika memotret orang.

Tips Foto Anak Kecil

1.Persiapkan, Setup lampu dan property sebelum pemotretan dilakukan
Mood anak sangat tidak terduga, ia bisa berubah kapan saja, untuk itu jangan habiskan waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya ketika anak sudah siap untuk difoto.
Manfaatkan mood anak sebaik-baiknya. Semua property seyogyanya telah siap ketika
diperlukan.

2. Fotolah anak ketika anak telah cukup tidur dan cukup makan
Ketika anak dalam kondisi segar, maka ia akan sangat ceria, hampir bisa dipastikan ia akan bersahabat dengan siapa saja selama kita bisa bersikap bersahabat dengannya. Ajaklah dia bermain selama sesi pemotretan dilakukan, apa saja yang bisa membuatnya senang, lakukanlah, bila perlu berlakulah seperti badut
3. Gunakan kostum/pakaian yang simple
Jika berhubungan dengan clien beri masukan tentang pakaian yang dimaksud tetapi jika sudah terlanjur, gunakanlah background yang sesuai dengan pakaian tersebut, panduan yang bisa digunakan adalah gunakan warna/motif yang senada dengan pakaiannya sehingga wajah menjadi lebih menonjol. Topi kadang bisa menjadi property yang sangat membantu untuk memperkuat foto.

4. Buat anak senyaman mungkin
Jika anak nyaman akan memberikan bahasa tubuh yang nyaman, dan jika bahasa tubuh
sudah nyaman hampir dipastikan foto yang akan dihasilkan akan bagus. Penggunaan
boneka atau mainan kecil yang disukai anak akan membantu memberikan kenyamanan itu,
disamping berfungsi sebagai property yang berguna. Panduannya adalah boneka atau
mainan itu jangan terlalu mencolok atau terlalu besar.

5. Gunakan Tripod
Saya selalu mengunakan tripod untuk memotret apapun, alasannya simple, saya bisa mengatur dan memperbaiki kekurangan kecil pada subject (anak) tanpa mengubah posisi kamera. Posisi kamera berubah berarti focusing berubah, dll.

Light Painting





Foto light painting bisa dicapai dengan banyak cara, namun kalau anda baru pertama kali mencoba berikut beberapa langkah awal yang bisa diikuti:


Cari tempat yang gelap. Anda bisa mencobanya dikamar dengan lampu dimatikan. Jika anda mencobanya di luar ruangan, usahakan tidak ada sumber cahaya lain yang masuk ke foto (memang tdak harus tapi untuk awal agar lebih mudah)
Tentukan obyek foto yang akan anda sinari, lalu tentukan bagaimana anda akan menyinarinya
Alternatif lain adalah memotret pola sumber cahaya: anda bisa menggunakan lampu senter untuk menulis kata atau meniru bentuk tertentu
Set kamera di posisi bulb mode, artikel ini membahas mode bulb secara tuntas
Gunakan aperture yang moderat. Antara f/4 sampai F/8 adalah pilihan awal yang bagus
Gunakan kabel release shutter lalu kunci di posisi lock, kalau anda tidak memiliki kabel release cari teman yang mau memencetkan tombol shutter sesuai waktu exposure yang dibutuhkan
Sekarang mulailah gunakan sumber cahaya untuk menerangi beberapa titik/area obyek foto atau mulailah membuat bentuk sesuai keinginan anda tadi
Usahakan anda tidak berdiri antara sumber cahaya dan lensa, kalau cahaya dari lampu ke lensa terhalang oleh badan anda maka hasil foto akan tampak ada siluetnya
Usahakan lama penyinaran antara satu titik ke titik lain sama waktunya agar hasil foto tampak lebih halus
Setelah selesai ‘melukis”, lepaskan tombol shutter (atau kabel release)
h Lihat hasil akhir foto, kalau anda belum puas dengan foto akhir, ulangi lagi. Kadang diperlukan beberapa kali usaha untuk menentukan waktu exposure yang bagus sesuai dengan kekuatan sumber cahaya anda